Kamis, 28 Mei 2009

Morottal

http://www.al-quran.ca/mishari/z8dp9i/001_mishary_fatiha.zip

Suara Merdu

Dengarklanlah :



http://www.mp3quran.net/eng/

Kamis, 23 April 2009

Indahnya Al-Qur'an

Assalmu'alaikum Wr WB
Dengarkanlah baik-baik murottal dibawah ini
BY: ALIMIR RAHMAN CB
Wassalamu'alikum Wr Wb

Rabu, 22 April 2009

DAKWAH3

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Artikel Islam

15 Petunjuk Meneguhkan Iman

Saat ini kaum muslimin sedang dihadapkan pada persoalan besar, diantaranya syubhat, syahwat, penyimpangan faham keagamaan, perpecahan dan lain-lain. Cobaan-cobaan tersebut silih berganti menghempas, menggoyahkan dan menggerogoti iman. Tidak mustahil seorang muslim selanjutnya membelot, bahkan murtad dari keislamannya. Berikut ini kami uraikan 15 petunjuk yang bersumber dari Al Qur'an dan Al Hadits yang dapat dijadikan sandaran dalam memelihara keteguhan iman kita. Bagian pertama dari dua tulisan.

1. Akrab dengan Al Qur'an
Al- Qur'an merupakan petunjuk utama untuk mencapai tsabat (keteguhan iman). Al Qur'an merupakan penghubung yang amat kokoh antara hamba dengan Rabbnya. Barangsiapa berpegang teguh dengan Al Qur'an, niscaya Allah akan memeliharanya, barangsiapa mengikuti Al Qur'an, niscaya Allah akan menyelamat-kannya dan barangsiapa menyeru kepada Al Qur'an, niscaya Allah akan menunjukinya ke jalan yang benar.
Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan bahwa diturunkannya Al Qur'an secara berangsur-angsur adalah untuk meneguhkan hati para hambaNya, sebagaimana firman Allah tatkala mem-bantah tuduhan kaum kuffar, "Orang-orang kafir berkata: Mengapa Al Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami mem-bacakannya secara tartil." (Al Furqan : 32)
Diantara alasan mengapa Al Qur'an sebagai sumber utama untuk mencapai tsabat, karena Al Qur'an menanamkan keimanan dan mensucikan jiwa seseorang, diturunkan untuk menen-teramkan hati manusia dan sebagai benteng bagi orang mukmin dalam menghadapi hempasan fitnah. Al Qur'an juga membekali muslim dengan konsepsi serta nilai yang dijamin kebenarannya, sehingga dia mampu menilai sesuatu dan menimbang sesuatu secara proporsial dan benar.

2. Iltizam dengan Syari'at
IslamAllah berfirman: "Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan nasehat yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (hati mereka di atas kebenaran)." (An Nisa : 66)
Jelas sekali, tidak mungkin kita mengharapkan orang-orang yang malas dan tidak melakukan amal shalih dapat memiliki keteguhan iman. Allah hanya akan menunjukkan kepada orang yang beriman dan mengamalkannya, jalan yang lurus. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para shahabat senantiasa melakukan amal shalih dan menjaganya secara terus-menerus. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa memelihara shalat dua belas raka'at (sunnat rawatib), niscaya ia dijamin masuk surga." (At Tirmidzi 2/273)

3. Mempelajari Kisah Para Nabi
Tentang pentingnya mempelajari kisah para Nabi, Allah berfirman, "Dan Kami ceritakan kepadamu cerita para Rasul agar dengannya Kami teguhkan hatimu." (Hud : 120)
Mari kita renungkan kisah Nabiyullah Ibrahim Alaihis Salam tatkala dilemparkan ke dalam api. Ibnu Abbas berkata: Ucapan terakhir Ibrahim ketika akan dilemparkan ke dalam api adalah, "Cukuplah Allah sebagai penolongku, Dia adalah sebaik-baik pelindung." (Al Fath : 29)
Seandainya Anda merenungi firman Allah di atas, tidakkah Anda merasakan adanya tsabat yang meresap ke dalam jiwa Anda? Dalam kisa Musas Alaihis Salam, Allah berfirman: "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah para pengikut Musa: Sesung-guhnya kita akan benar-benar tersusul. Musa menjawab: Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Rabbku bersama-ku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (Asy Syu'ara : 61-62)
Bila Anda bayangkan bahwa kisah tersebut terjadi di hadapan Anda, tidakkah Anda merasakan tsabat di dalam hati Anda?

4. Berdoa
Di antara sifat hamba-hamba Allah yang beriman adalah selalu memohon kepadaNya agar diberi keteguhan iman, seperti doa yang tertulis dalam firman Allah: "Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami." (Ali Imran : 250)
Agar hati tetap teguh, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam banyak memanjatkan doa berikut ini, "Wahai Dzat pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu." (HR. At Tirmidzi)

5. Berdzikir kepada Allah
Dzikir kepada Allah adalah amalan yang paling ampuh untuk mencapai tsabat. Karena pentingnya dzikir ini, Allah memadukan antara dzikir dengan jihad sebagaimana dalam firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, bila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya." (Al Anfal : 45)
Dalam ayat tersebut Allah menjadikan dzikrullah sebagai amalan yang baik untuk mencapai tsabat dalam jihad. Nabiyullah Yusuf Alaihis Salam pun memohon bantuan untuk mencapai tsabat dengan dzikrullah saat dirayu oleh seorang perempuan cantik yang mempunyai kedudukan tinggi. Demikianlah pengaruh dzikrullah dalam memberikan keteguhan iman kepada orang-orang beriman.

6. Menempuh Jalan Lurus
Allah berfirman: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia dan jangan mengikuti jalan-jalan (lain) sehingga menceraiberaikan kamu dari jalanNya." (Al An'am: 153)
Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mensinyalir bahwa umatnya bakal terpecah-belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk Neraka kecuali hanya satu golongan yang selamat (HR. Ahmad, hasan).
Dari sini kita mengetahui, tidak setiap orang yang mengaku muslim mesti berada di jalan yang benar. Rentang waktu 14 abad dari datangnya Islam cukup banyak membuat terkotak-kotaknya pemahaman keagamaan. Lalu, jalan manakah yang selamat dan benar itu? Dan, pemahaman siapakah yang mesti kita ikuti dalam praktek keberaga-maan kita? Berdasarkan banyak keterangan ayat dan hadits , jalan yang benar dan selamat itu adalah jalan Allah dan RasulNya. Sedangkan pemahaman agama yang autentik kebenarannya adalah pemahaman berdasarkan keterangan Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para sahabatnya. (HR. Turmudzi, hasan). Itulah yang mesti kita ikuti, tidak penafsiran-penafsiran agama berdasarkan akal manusia yang tingkat kedalaman dan kecerdasannya maje-muk dan terbatas. Tradisi pemahaman itu selanjutnya dirawat oleh para tabi'in dan para imam shalihin. Paham keagamaan inilah yang dalam termino-logi (istilah) Islam selanjutnya dikenal dengan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah. Atau sebagian menyebutnya dengan pemahaman para salafus shalih.
Orang yang telah mengikuti paham Ahlus Sunnah wal Jamaah akan tegar dalam menghadapi berbagai keanekaragaman paham, sebab mereka telah yakin akan kebenaran yang diikutinya. Berbeda dengan orang yang berada di luar Ahlus Sunnah wal Jamaah, mereka akan senantiasa bingung dan ragu. Berpindah dari suatu lingkungan sesat ke lingkungan bid'ah, dari filsafat ke ilmu kalam, dari mu'tazilah ke ahli tahrif, dari ahli ta'wil ke murji'ah, dari thariqat yang satu ke thariqat yang lain dan seterusnya. Di sinilah pentingnya kita berpegang teguh dengan manhaj (jalan) yang benar sehingga iman kita akan tetap kuat dalam situasi apapun.

7. Menjalani Tarbiyah
Tarbiyah (pendidikan) yang semestinya dilalui oleh setiap muslim cukup banyak. Paling tidak ada empat macam. Tarbiyah Imaniyah, yaitu pendidikan untuk menghidupkan hati agar memiliki rasa khauf (takut), raja' (pengharapan) dan mahabbah (kecin-taan) kepada Allah serta untuk menghi-langkan kekeringan hati yang disebab-kan oleh jauhnya dari Al Qur'an dan Sunnah. Tarbiyah Ilmiyah, yaitu pendidikan keilmuan berdasarkan dalil yang benar dan menghindari taqlid buta yang tercela.
Tarbiyah Wa'iyah, yaitu pendidi-kan untuk mempelajari siasat orang-orang jahat, langkah dan strategi musuh Islam serta fakta dari berbagai peristiwa yang terjadi berdasarkan ilmu dan pemahaman yang benar. Tarbiyah Mutadarrijah, yaitu pendidikan bertahap, yang membimbing seorang muslim setingkat demi setingkat menuju kesempurnaannya, dengan program dan perencanaan yang matang. Bukan tarbiyah yang dilakukan dengan terburu-buru dan asal jalan.
Itulah beberapa tarbiyah yang diberikan Rasul kepada para sahabatnya. Berbagai tarbiyah itu menjadikan para sahabat memiliki iman baja, bahkan membentuk mereka menjadi generasi terbaik sepanjang masa.
8. Meyakini Jalan yang Ditempuh
Tak dipungkiri bahwa seorang muslim yang bertambah keyakinannya terhadap jalan yang ditempuh yaitu Ahlus Sunnah wal Jamaah maka ber-tambah pula tsabat (keteguhan iman) nya. Adapun di antara usaha yang dapat kita lakukan untuk mencapai keyakinan kokoh terhadap jalan hidup yang kita tempuh adalah: Pertama, kita harus yakin bahwa jalan lurus yang kita tempuh itu adalah jalan para nabi, shiddiqien, ulama, syuhada dan orang-orang shalih. Kedua, kita harus merasa sebagai orang-orang terpilih karena kebenaran yang kita pegang, sebagai-mana firman Allah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hambaNya yang Ia pilih." (QS. 27: 59)
Bagaimana perasaan kita seandainya Allah menciptakan kita sebagai benda mati, binatang, orang kafir, penyeru bid'ah, orang fasik, orang Islam yang tidak mau berdakwah atau da'i yang sesat? Mudah-mudahan kita berada dalam keyakinan yang benar yakni sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah yang sesungguhnya.

9. Berdakwah
Jika tidak digerakkan, jiwa seseorang tentu akan rusak. Untuk menggerakkan jiwa maka perlu dicari-kan medan yang tepat. Di antara medan pergerakan yang paling agung adalah berdakwah. Dan berdakwah merupakan tugas para rasul untuk membebaskan manusia dari adzab Allah. Maka tidak benar jika dikatakan, fulan itu tidak ada perubahan. Jiwa manusia, bila tidak disibukkan oleh ketaatan maka dapat dipastikan akan disibukkan oleh kemaksiatan. Sebab, iman itu bisa bertambah dan berkurang. Jika seorang da'i menghadapi berbagai tantangan dari ahlul bathil dalam perjalanan dakwahnya, tetapi ia tetap terus berdakwah maka Allah akan semakin menambah dan mengokohkan keimanannya.

10. Dekat dengan Ulama
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan." (HR. Ibnu Majah, no. 237, hasan)
Senantiasa bergaul dengan ulama akan semakin menguatkan iman seseorang. Tercatat dalam sejarah bahwa berbagai fitnah telah terjadi dan menimpa kaum muslimin, lalu Allah meneguhkan iman kaum muslimin melalui ulama. Di antaranya seperti diutarakan Ali bin Al Madini Rahima-hullah: "Di hari riddah (pemurtadan) Allah telah memuliakan din ini dengan Abu Bakar dan di hari mihnah (ujian) dengan Imam Ahmad."
Bila mengalami kegundahan dan problem yang dahsyat Ibnul Qayyim mendatangi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah untuk mendengarkan berbagai nasehatnya. Serta-merta kegundahannya pun hilang berganti dengan kelapangan dan keteguhan iman ( Al Wabilush Shaib, hal. 97).

11. Meyakini Pertolongan Allah
Mungkin pernah terjadi, seseorang tertimpa musibah dan meminta pertolongan Allah, tetapi pertolongan yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung datang, bahkan yang dialaminya hanya bencana dan ujian. Dalam keadaan seperti ini manusia banyak membutuh-kan tsabat agar tidak berputus asa. Allah berfirman: "Dan berapa banyak nabi yang berperang yang diikuti oleh sejumlah besar pengikutnya yang bertaqwa, mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada do'a mereka selain ucapan, Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akherat. " (Ali Imran: 146-148)

12. Mengetahui Hakekat Kebatilan
Allah berfirman: "Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak dalam negeri ." (Ali Imran: 196) "Dan demikianlah Kami terang-kan ayat-ayat Al Qur'an (supaya jelas jalan orang-orang shaleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berbuat jahat (musuh-musuh Islam)." (Al An'am: 55) "Dan Katakanlah, yang benar telah datang dan yang batil telah sirna, sesungguhnya yang batil itu pastilah lenyap." (Al Isra': 81)
Berbagai keterangan ayat di atas sungguh menentramkan hati setiap orang beriman. Mengetahui bahwa kebatilan akan sirna dan kebenaran akan menang akan mengukuhkan seseorang untuk tetap teguh berada dalam keiman-annya.

13. Memiliki Akhlak Pendukung Tsabat
Akhlak pendukung tsabat yang utama adalah sabar. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: "Tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabar-an." (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Tanpa kesabaran iman yang kita miliki akan mudah terombang-ambingkan oleh berbagai musibah dan ujian. Karena itu, sabar termasuk senjata utama mencapai tsabat.

14. Nasehat Orang Shalih
Nasehat para shalihin sungguh amat penting artinya bagi keteguhan iman. Karena itu, dalam segala tindakan yang akan kita lakukan hendaklah kita sering-sering meminta nasehat mereka. Kita perlu meminta nasehat orang-orang shalih saat mengalami berbagai ujian, saat diberi jabatan, saat mendapat rezki yang banyak dan lain-lain. Bahkan seorang sekaliber Imam Ahmad pun, beliau masih perlu mendapat nasehat saat menghadapi ujian berat oleh intimidasi penguasa yang tiranik. Bagaimana pula halnya dengan kita?

15. Merenungi Nikmatnya Surga
Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan, kegembiraan dan suka-cita. Ke sanalah tujuan pengemba-raan kaum muslimin. Orang yang meyakini adanya pahala dan Surga niscaya akan mudah menghadapi berbagai kesulitan. Mudah pula baginya untuk tetap tsabat dalam keteguhan dan kekuatan imannya.
Dalam meneguhkan iman para sahabat, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sering mengingatkan mereka dengan kenikmatan Surga. Ketika melewati Yasir, istri dan anaknya Ammar yang sedang disiksa oleh kaum musyrikin beliau mengatakan: "Bersa-barlah wahai keluarga Yasir, tempat kalian nanti adalah Surga." (HR. Al Hakim/III/383, hasan shahih) Mudah-mudahan kita bisa merawat dan terus-menerus meneguhkan keimanan kita sehingga Allah menjadikan kita khusnul


BY:ALIMIR RAHMAN CB
Wassalamu'alaiku Wr Wb

Dakwah 2


Al- HAYA' (Sifat PEMALU)
اَلْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
"al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan."
Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa engkau menemukan seorang mukmin yang kuat, teguh, bersifat malu, beradab dan tenang.
Malu yang terpuji adalah : perilaku yang muncul atas meninggalkan yang tercela.
[1] Seperti yang didefinikan oleh Ibnu Hajar rahimahullah. Adapun taharuuj (merasa berat) dari amar ma'ruf dan nahi munkar, berani dalam kebenaran dan memahami agama, maka tidak termasuk sifat haya'`. Ini adalah sebagian yang disinggung oleh Ibnu Hajar rahimahullah saat membagi sifat haya'` kepada yang syar'i dan tidak. Ia berkata: 'Haya'` yang syar'i adalah yang terjadi di atas jalur membesarkan dan menghormati terhadap orang-orang besar, itulah yang terpuji. Adapun yang terjadi disebabkan meninggalkan perintah syara', maka ia adalah yang tercela dan bukan termasuk haya'` secara syara', ia pada dasarnya adalah sifat lemah dan hina.'[2] Tidak sepantasnya bersifat haya'` dalam menuntut hak, mengajar orang yang jahil, bertanya tentang sesuatu yang tidak kita ketahui..... Mujahid rahimahullah berkata: 'Tidak bisa menuntut ilmu orang yang pemalu dan yang sombong. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: 'Sebaik-baik wanita adalah wanita anshar, rasa malu tidak menghalangi mereka untuk bertanya tentang masalah agama.'[3] Ummu Sulaim radhiyallahu 'anha bertanya dalam masalah-masalah kecil dalam hukum yang berkaitan dengan wanita, dan ia membuka pertanyaan dengan ucapannya: 'Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah I tidak
[1] Fathul Bari 1/522 saat mensyarahkan bab haya` dari kitab adab, hadits no. 6118
[2] Fathul Bari 1/229 saar mensyarahkan bab haya` dalam ilmu dari kitab iman.
[3] Shahih al-Bukhari, kitab ilmu, dari tarjamah bab 50 (Fath 1/228)




malu dari kebenaran.' Ibnu Hajar rahimahullah berkata: 'Maksudnya Dia I tidak menyuruh malu dalam kebenaran.'[1]
Dan siapa yang tidak diberikan sifat haya'` secara fitrah, ia dituntut untuk berusaha dan belajar dengannya. Terlebih lagi, sesungguhnya ia adalah akhlak utama bagi para pengikut agama ini. Sebagaimana disebutkan dalam hadits hasan:
إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخُلُقُ اْلإِسْلاَمِ الحَيَاءُ
"Sesungguhnya bagi setiap agama ada akhlak dan akhlak Islam adalah sifat haya'`"
[2]
Dan disebutkan bahwa haya'` termasuk sunnah para rasul dan ia termasuk bagian dari iman:
اَلْحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِيْمَانُ فِى الْجَنَّةِ وَالْبَذَاءُ مِنَ الْجَفَاءِ وَالْجَفَاءُ فِى النَّارِ
"Haya'` termasuk bagian dari iman dan iman (balasannya) di surga. Dan ucapan cabul/jorok termasuk sifat tidak sopan dan tidak sopan itu di neraka."
[3]
Dan kekasih dan panutan kita r (lebih pemalu dari pada gadis perawan dalam biliknya).[4] Setelah semua itu, apakah kita memilih sifat haya'` atau sifat jorok? Apakah kita berpakaian dengan iman atau tidak sopan? Dan apakah kita mengutamakan akhlak para penghuni surga atau akhlak para penghuni neraka?
Sungguh kaum jahiliyah –di atas kejahiliyahan mereka- merasa berat dari sebagian perbuatan jahat/buruk karena dorongan sifat haya'`. Di antaranya yang pernah terjadi bersama Abu Sufyah t di hadapan Heraqlius. Tatkala ia ditanya tentang Rasulullah r. Ia berkata: 'Demi Allah, jika bukan karena malu bahwa mereka menuduh aku berdusta niscaya aku berdusta tentang dia.'
[5] Maka sifat haya'` menghalangi dia mengada-ada (berdusta) terhadap Rasulullah r agar dia tidak dikatakan pendusta. Di saat sekarang, kaum muslimin sangat membutuhkan akhlak ini dengan menjaga kata-kata dan menahan diri dari perbuatan keji dan syahwat dengan adanya rasa malu.
Engkau melihat laki-laki yang pemalu memerah mukanya apabila muncul darinya atau dari yang lain sesuatu yang berlawanan dari sifat haya'`: Rasulullah r lebih pemalu dari pada gadis perawan dalam biliknya dan apabila beliau tidak menyukai sesuatu hal itu terlihat dari wajahnya.'
[6]
Dan termasuk sifat haya'` adalah yang terjadi karena membesarkan dan menghormati orang-orang besar: tidak adalah Ibnu Umar t ketika Rasulullah r bertanya kepada para sahabat: 'Sesungguhnya di antara pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya, dan ia seperti seorang muslim. Ceritakanlah kepadaku, apakah dia?'
[7] Ibnu Umar t mengetahui bahwa ia adalah pohon kurma dan merasa malu untuk menjawab dan dia memberikan alasan rasa malunya –seperti dalam beberapa riwayat hadits- bahwa ia melihat dirinya adalah yang paling muda dan ia melihat ada Abu Bakar t dan Umar t yang tidak berbicara, maka ia tidak senang berbicara.'[8] Alangkah lapangnya dada masyarakat tersebut yang merasa malu padanya yang muda dari yang tua, dan manusia berinteraksi dengan saling menghormati dan menghargai.
Sifat haya'` itu sendiri merupakan penjaga dari terjerumus dalam perbuatan maksiat. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat mencela saudaranya karena sifat malunya. Seolah-olah ia berkata: Sifat haya'` telah merugikanmu. Maka Rasulullah r bersabda:
دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ اْلإِيْمَانِ
'Biarkanlah dia, sesungguhnya sifat haya' itu termasuk bagian dari iman.'
[9]
Abu Ubaid al-Harawi berkata: maksudnya, sesungguhnya orang yang merasa malu terputus dengan sifat malunya dari perbuatan maksiat, maka jadilah ia seperti iman yang memutuskan di antaranya dan perbuatan maksiat.'
[10] Karena itulah Rasulullah r menyebutkan secara umum dalam menjelaskan buah sifat haya'`, beliau bersabda:
اَلْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
"Haya' (malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan."
Dan beliau r menggambarkan bahwa ia adalah perhiasan bagi perilaku, beliau r bersabda:
مَاكَانَ الْفحْشُ فِى شَيْئٍ إِلاَّ شَانَهُ وَمَاكَانَ الْحَيَاءُ فِى شَيْئٍ إِلاَّ زَانَهُ
"Tidak adalah yang keji pada sesuatu kecuali ia mengotorinya dan tidak ada sifat sifat haya' pada sesuatu kecuali menghiasinya."
[11] Dan fenomena sifat malu dalam masyarakat yang terkadang menyeret kepada kejahatan tidak bisa dikategorikan sifat haya'` yang terpuji, karena sifat haya'` itu tidak datang kecuali dengan kebaikan. Dan sifat mudarah (menjilat, mencari muka) terhadap sebagian tradisi masyarakat yang menyimpang tidak bisa dianggap sifat haya'`, karena sifat haya' adalah hiasan bukan pengotor, sedangkan penyimpangan adalah inti perbuatan buruk dan kotor.
Sebagaimana sifat haya'` merupakan tatakrama bersama makhluk, maka ia merupakan adab (tatakrama) tertinggi bersama al-Khaliq (Allah I Yang Maha Pencipta). Disebutkan bahwa beberapa nabi seperti Adam u, Nuh u, dan Musa u diminta untuk memberi syafaat di hari kiamat dan umat manusia berkata kepada setiap orang dari mereka: 'Berikanlah syafaat kepada kami di sisi Rabb-mu sehingga Dia melapangkan kami dari tempat kami ini. Ia (Adam u) berkata: 'Aku tidak pantas –dan ia menyebutkan dosanya lalu merasa malu…Aku tidak pantas - dan ia (Nuh u) menyebutkan permintaannya kepada Rabb-nya yang tidak pantas lalu merasa malu…..Aku tidak pantas – dan ia (Musa u) menyebutkan pernah membunuh jiwa yang tidak berdosa lalu ia merasa malu kepada Rabb-nya…
[12] Semuanya merasa berat dan dihalangi oleh rasa malu untuk berani meminta syafaat.
Dan karena perasaan seorang mukmin bahwa Allah I selalu melihatnya di atas semua kondisinya, maka sesungguhnya ia merasa malu dari Rabb. Karena itulah disebutkan dalam anjuran menutup aurat saat mandi di dalam kesendirian, sabda Nabi r: 'Allah I lebih pantas dirasakan malu dari-Nya dari pada manusia."
[13] Orang yang merasa malu dari Rabb-nya bahwa auratnya terbuka dalam kesendiriannya sudah pasti sifat haya' (malu) menghalanginya dari perbuatan maksiat. Dan cukuplah dalam keutamaan sifat haya' bahwa para nabi terdahulu memperingatkan hilangnya sifat haya', agar seseorang tidak terjerumus dalam segala keburukan –dan tidak ada lagi penghalang baginya- seperti dalam hadits:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ اْلأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
"Sesungguhnya sebagian dari yang ditemukan manusia dari ucapan para nabi terdahulu: 'Apabila engkau tidak merasa malu maka lakukanlah apa yang engkau kehendaki."
[14]
Dan di antara beberapa hal yang dipahami dari hadits ini:
- Di mana engkau merasa berat dan takut mendapat dosa maka berhentilah, dan di mana hati merasa tenang dan engkau tidak merasa berat maka lakukanlah apa yang engkau kehendaki.
- Orang yang sudah kehilangan sifat haya' maka ia melakukan apa yang dia kehendaki, dan hendaklah ia memperhatikan setelah itu apa yang dilakukan Allah I dengannya.
- Tidak aneh apa yang kita lihat dari kemungkaran akhlak apabila kita sudah mengetahui bahwa pendorong sifat haya' telah mati. Maka yang tidak bersifat malu –biasanya- melakukan apa yang dikehendakinya tanpa merasa malu kepada siapapun.

Kesimpulan:
- Sifat haya'` adalah perilaku yang muncul di atas meninggal yang buruk.
- Tidak menuntut ilmu atau menuntut hak bukan termasuk malu.
- Sesungguhnya bagi setiap agama ada akhlak dan akhlak islam adalah haya'.
- Umat jahiliyah mempunyai sifat haya' yang menghalangi mereka dari sebagian perbuatan buruk.
- Termasuk sifat haya' adalah menghormati yang lebih tua.
- Sifat haya' menjaga dari terjerumus dalam perbuatan maksiat.
- Di antara sifat haya' yang tertinggi adalah beradab bersama Allah I Yang Maha Pencipta. Al Haya' adalah pesan para nabi terdahulu.
[1] Referensi yang sama, saat Ibnu Hajar menjelaskan potongan hadits 130 dari Shahih al-Bukhari.
[2] Shahih Sunan Ibnu Majah 2/406, hadits no. 3370/4181 (Hasan).
[3] Shahih Sunan Ibnu Majah 2/406, hadits no. 3373/4184 (Shahih).
[4] Shahih al-Bukhari, kitab adab, bab ke 77, hadits no. 6119 (Fath 10/521).
[5] Shahih al-Bukhari, kitab permulaan wahyu, bab ke 6, hadits no. 7 (Fath 1/31).
[6] Shahih Sunan Ibnu Majah 2/406, hadits no. 3369 (Shahih)
[7] Shahih al-Bukhari, kitab ilmu, bab ke 4, hadits no. 61.
[8] Fathul Bari 1/146
[9] Shahih al-Bukhari, kitab adab, bab ke 77, hadits no. 6118 (Fath 10/521).
[10] Dari Fathul Bari 10/522 saat menerangkan hadits 6118
[11] Shahih Sunan Ibnu Majah 2/3374 (Shahih).
[12] Shahih al-Bukhari, kitab tafsir, surah ke dua bab 1, hadits no. 4476 (Fath 8/160).
[13] Dari Mu'allaqat al-Bukhari dalam kitab mandi, bab ke 20, Ibnu Hajar berkata dalam Fath 1/386: (Dihasankan oleh at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Hakim)
[14] Shahih al-Bukhari, kitab adab, bab ke 78, hadits no.6120 (Fath 10/523).

Info Sehat

KAIFA HAALUK YA MUSLIMIN WAL MUSLIMAT ?

Perkenankanlah saya untuk memberi beberapa informasi tentang “Kesehatan”.
Baca sampai tuntas ya……! Supaya tau tentang informasinya!
Semoga bermanfaat bagi antum sekalian..!

KANDUNGAN DAN MANFAAT WORTEL
Wortel bagi sebagian masyarakat Indonesia tidak asing lagi. Tumbuhan ini dikenal baik untuk kesehatan mata dan kulit. Selain enak dibuat sayuran, wortel juga sedap dijadikan jus. Kandungan yang terdapat diWortel antara lain vitamin A,B.C.D.E,dan K,juga serat,lemak,hidrat arang ,kalsium,fosfor,besi,sodium,asam amino,,minyak esensial dan betakarotin.

Pada bijinya, mengandung flavonoid, minyak atsiri, pinen, limonenen, asam tiglat,azaron,meristisin, yang berkhasiat memberikan efek Aprodisiak. Daun wortel mengandung paspirine(suatu zat yang dapat merangsang kelenjar pituitary atau kelenjar dibawah oatak) yang memberikan perntah untuk melepaskan hormo seks.

Zat-zat yang terdapat pada wortel sangat dibutuhkan dalam memicu fungsi kerja kelenjar andokrin, khususnya kelenjar adrenalin . Selain itu manfaat wortel adalah untuk memenuhi kebutuhan kalsium dakam pembentukan tulang. Anti kanker, tukak lambung, amandel, gangguan kerongkangan, pernafasan dan mencegah konstipasi(sembelit).
By: Alimir Rahman CB


MANFAAT SIMERAH ROSELLA
Bunga rosella terlihat seperti kuncup bunga mawar yang kering. Selain cantik warnanya. Rosella mempunyai manfaat yang tak kalah dengan ‘kescantikannya’. Rosella banyak mengndung vitamin C yang 9× lipat lebih tinggi dari Jeruk Sitrus. Rosella juaga mengandung vitamin A,asam amino, termasuk aminin dan leginin yang diperlukan untuk proses peremajaan tubuh. Selain itu juga terkandung kalsiun yang cukup tinggi,magnesium,omega-3,besu,potassium,serat dan betakaroten.

Manfaat Rosella:
Dengan rasa masam yang khas, Rosella bermanfaat untuk tonik(obat kuat) yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi kuman, anti bakteri dan anti virus, meningkatkan kinerja usus, menormalkan kadar gula dalam darah, menyembuhkan asam urat dan dan menurunkan kolestrol, menjaga kulit tidak keriput, membantu menurunkan berat badan(bagi yabg kegemukan), memperlambat menopause, dan mencegah kanker(darah dan leukemia).
By: Alimir Rahman CB

ENCOK/RHEUMATIK
Penyakit encok atau rheumatic adalah penyakit urat saraf atau sendi-sendi. Enyebabnya belum diketahui dengan pasti, tetapi umumnya menjangkit penduduk didaerah dingin atau lembab Gejala yang ditimbulkan antara lain: sendi-sendi tulang bengkak dan nyeri yang berpindah-pindah, banyak keluar keringat yang agak asam dan peru terasa mual. Kadang perut tegang dan kepala pusing.

Jangan khawatir bagi antum sekalian, ana punya resepnya untuk mengobati penyakit tersebut. Insyaallah sembuh.
Resep pengobatan:

1.Jahe 10 jari, dicuci dan diparut. Kemudian diremas dengan alcohol 1 gelas, dibiarkan semalam, diperas dan disaring. Airnya untu7k menggosok dan mengurut bagian badan yang sakit . 2kali sehari atau sesuai kebutuhan.(Jangan lupa membaca Ta’awudz & Basmallah sebelum mebuat ramuannya dan mengurut bagian yang sakit. OKEEEEEEE….!!!) Insyaallah sembuh.
Atau:
2.Bawang merah 5 siung, jahe 2 jari, dicuci lalu ditumbuk halus. Tambahkan tepung terigu 1 gelas dan air matang seperlunya. Diremas bai9k-baik & gunakan untuk menggosok+mengurut bagian yang sakit lakukan 2kali sehari atau sesuai kebutuhan. (Jangan lupa membaca Ta’awudz & Basmallah sebelum mebuat ramuannya dan mengurut bagian yang sakit. OKEEEEEEE….!!!) Insyaallah sembuh.
Dan
3.Berdo’a kepada Allah SWT, agar penyakitnya disembuhkan.
Selamat mencoba semoga lekas sembuh, AMIN….

By: Alimir Rahman CB


CACINGAN(CACING KREMI)
Cacing kremi (Oxyurisris Vermicularis) atau cacing kerawit adalah cacing yang berbentuk bulat seperti benang berwarna putih. Panjangnya sekitar 3-5mm(jantan) dan 8-13mm(betina). Cacing ini hidup didalam usus, khususnya pada pangkal usus bagian bawah dan usus buntu. Gejala yang ditimbulkan adalah penderita cacingan sering menggaruk duburnya karena gatal akibat keluarnya cacing. Penderita biasanya menjadi cengeng dan kurus.

Jangan khawatir bagi antum sekalian, ana punya resepnya untuk mengobati penyakit tersebut. Insyaallah sembuh.
Resep pengobatan:

1.Getah buah papaya yang masih muda sebanyak 15 tetes, kemudian diseduh dengan air panas ½ gelas dan bubuhi sedikit garam. Aduk hingga merata, setelah dingin minum 1kali sehari sebanyak 3 sendok makan.
Atau:
2.Tembakau sebesar buah kenari, diremas dengan air bersih 2 sendok makan, peras dan aduk, bisa untuk melumat dubur. Lakukan 1× sehari setiap bangun tidur.
Dan
3.Berdo’a kepada Allah SWT, agar penyakitnya disembuhkan.
Selamat mencoba semoga lekas sembuh, AMIN….
By: Alimir Rahman CB


MULUT DAN NAFAS BAU
Mulut dan Nafas bau biasanya disebabkan oleh adanya gangguan pada lambung, seperti infeksi pada usus besar, usus buntu dan sebagainya. Apabila terjadi demikian, walaupun gigi sering disikat, nafas dan mulut akan tetap bau.Hal inimenyebabkan menurunnya kurang percaya diri.

Jangan khawatir bagi antum sekalian, ana punya resepnya untuk menhilangkan bau tersebut. Insyaallah baunya akan hilang.
Resepnya:

1.Minimlah rebusan air irisan temu lawak yang dicampur sedikit gula aran. Ramuan ini selain bisa menghilangkan bau mulut, juga bisa menghilangkan infeksi pada hati. Serta dapat melancarkan BAB dan pencernaan. Minum ramuan ini secukupnya.
Dan
2.Daun beluntas, daun kunyit dan daun kemangi dibuat lalapan setiap hari untuk membasmi kuman-kuman didalam mulut dan member aroma yang spesifik.
Atau
3.Ambil ¼ kg kayu manis, cuci bersih, keringkan, goreng tanpa minyak dan kemudian tumbuk sampai halus. Setiap malam hendak tidur, seduh tepung kayu manis dengan air hangat dan dminum. Bila tidak tahan baunya, serbuk kayu manis bisa dimasukkan kedalam kapsul dan diminum secukupnya.
Dan
3.Berdo’a kepada Allah SWT, agar penyakitnya disembuhkan.
Selamat mencoba berhasil, AMIN….
By: Alimir Rahman CB


KEGEMUKAN
Gemuk berarti memiliki timbunan banyak lemak dalam tubuh. Apabila berat badan berlebih(lebih dari 12% berat badan normal) maka seseorang dikatakan kegemukan(obesitas). Kegemukan dapat berdampak mengganggu penampilan dan kerja oranglain, menggangu fungsi ginjal, jantung dan paru-paru.
Ana punya ramuan untuk pengobatan bagi antum semua yang kegemukan.Di bawah ini ni ramuannya.

1.Daun delima yang masih muda 20 lembar, cuci bersih lalu tumbuk halus. Remas dengan air matang sebanyak 3 gelas dan tambahkan sedikit garam. Peras dan saring kemudian airnya diminum. Bila perlu tambahkan madu murni. Minum2-3 kali sehari ½ gelas.
Atau
2.Daun kemuning ½ genggam, daun sena ¼ genggam, daun trawas ¼ genggam,kulitpulai 1jari dan rimpang jahe ¼ jari. Cuci bersih, potong-potong dan ebus dengan 5 gelas air sampai tersisa ¾ nya. Dinginkan, saring dan minum sebanyak 2kali sehari 1 gelas.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat bagi antum sekalian. Amin…
By: Alimir Rahman CB


KUTUAN? SORRY LAH YAW!
Jika antum dikeplanya ada kutu berantas & basmi ya..!(Tapi jgn pake’ pestisida) pake’ dibawah ini ni
§ Biji srikaya ½ cangkir, butrowali 2 jari, dan rimpang dlingo 2 jari, ditumbuk halus lalu diremas-remas dengan minyak kelapa 4 sendok makan, dan minyak jarak sendok makan. Campuran ini diperas dan airnya dioleskan pada kepala secara merata lalu dibungkus handuk. Lakukan 1kali sehari. SeLaMaT MeNcObA. Semoga berhasil!


MENCEGAH KETOMBE
Caranya mudah koq! Baca sampe’ tuntas ya! Biar tau’!!!
Gini ni caranya:
Sediakan 2 or 3 buah pace(kalo’ gx tau pace,!!! Mengkudu). Lau tambahkan air ½ gelas dan remas-remas. Setelah lumat, saring untuk mendapatkan airnya. Pakailah air perasan itu untuk keramas. Biarkan selama 5 menit. Setelah itu cucilah rambut anda seperti biasa. Untuk menghilangkan baunya yang kurang sedap, pakailah sampo seperti biasa.
Cobalah beberapa kali, semoga sukses!



Demikianlah informasi yang dapat saya berikan!
Walau sedikit tapi manfaatnya segudang!
Mohon maaf yang sebesar-besarnya, apbila ada kata–kata yang kurang berkenan dihati saudara-sudara!
Terima Kasih…!


Kritik dan saran, kirimkan saja kealamat e-mail dibawah ini
alim.merciful@gmail.com



“JAGALAH KEBERSIHAN”
“ KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN”
“KEBERSIHAN PANNGKAL KESEHATAN”
“SUPAYA TERHINDAR DARI BERBAGAI PENYAKIT”
“KARNA SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MENYUKAI KEKOTORAN”

By: Alimir Rahman CB


Wassalamu'alaikum Wr Wb

Jumat, 17 April 2009

Identitas



Kaifa Halukum?

Ana akan mengenalkan identitas ana kepada antum semua sang pembaca

Nama : Alimir Rahman CB

TTL : 23 Januari 1995

Hobby : Membaca

Cita-Cita : Ingin seperti Abdullah AL-Mayryd & Musyari Rasyid

Motto :Cobalah Selagi Kita Bisa. KarnaSesungguhnyaAmal ItuTergtantung PadaNiatnya.

Pesan : Solatlah Sebelum Kamu DIsolatkan & Tolong-menolonglah dalam Kebaikan.

Inginh tau identitas ana selengkapnya? Kirimkan saja ke e-mailku: alim.merciful@gmail.com

Jazakumullah Khairun Katsira

Wassalamu'alaikim Wr Wb